Seasonal Foods

Minggu, 09 Juni 2013

laporan praktikum jamur


JUDUL : LAPORAN PRAKTIKUM JAMUR MIKROSKOPIS DAN MAKROSKOPIS
TUJUAN :
1.      Mengetahui berbagai macam spesies dari fungi dan ciri-cirinya
2.      Mendeskripsikan jenis-jenis fungi menurut klasifikasinya
ALAT DAN BAHAN
A.    Alat
1.      Mikroskop
2.      Tissue
3.      Alkohol
4.      Objek glass dan deck glass
5.      Label
B.     Bahan
Jamur Mikroskopis
1.      Jamur tempe
2.      Jamur tape
3.      Jamur pisang
4.      Jamur nasi
5.      Jamur kentang
6.      Jamur jagung
7.      Jamur roti
8.      Jamur kulit jeruk
Jamur Makroskopis
1.      Jamur tiram
2.      Jamur merang
3.      Jamur kuping
4.      Jamur kayu
5.      Jamur paku
LANGKAH KERJA
A.    Jamur Mikroskopis
1.      Menyiapkan jamur dari tempe, tape, pisang, nasi, kentang, jagung, roti, kulit jeruk.
2.      Meneteskan air pada objek glass
3.      Mengambil sedikit dari salah satu preparat tersebut.
4.      Menutup dengan deck glass dan jangan sampai terbentuk gelembung udara.
5.      Mengamati dengan mikroskop dan mengfokuskan.
6.      Menggambar hasil pengamatan.
7.      Memberi keterangandari bagian-bagian preparat yang diamati.
8.      Membuat deskripsi sementara yang meliputi bentuk dan klasifikasinya. Janganlupa mendokumentasikan gambar.
9.      Melakukan kegiatan tersebut diatas pada preparat-preparat lainnya.

B.     Jamur Makroskopis
1.      Mengambil preparat yang sudah ditentukan
2.      Mengamati gambar morfologi dan sebutkan bagian dari preparat
3.      Membuat deskripsi sementara yang meliputi bentuk dan klasifikasinya. Janganlupa mendokumentasikan gambar.
4.      Melakukan kegiatan tersebut diatas pada preparat-preparat lainnya.























LANDASAN TEORI
            Sistematika filogenetik menunjukkan bahwa fungi tampaknya berevolusi dari suatu nenek moyang yang berflagela. Meskipun mayoritas fungi tidak memiliki flagela, beberapa garis keturunan fungi yang berdivergensi paling awal (kitrid) memiliki flagela. Kebanyakan protista yang memiliki nenek moyang bersama yang dekat dengan hewan dan fungi juga memiliki flagela. Data sekuens DNA juga mengindikasikan bahwa ketiga kelompok eukariota ini-fungi, hewan dan kerabat protistanya-membentuk sebuah klad yang disebut opisthokonta (opisthokont), nama yang mengacu pada lokasi posterior (opistho-) flagela pada organisme-organisme ini.
            Data sekuens DNA juga mengindikasikan bahwa fungi berkerabat lebih dekat dengan beberapa kelompok protista bersel tunggal daripada dengan opisthokonta lain, sehingga hal ini menyatakan bahwa nenek moyang fungi bersifat uniseluler. Salah satu kelompok protista uniseluler semacam itu, nucleariid terdiri atas berbagai amoeba yang memakan alga dan bakteri.
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Dahulu Regnum (= kingdom) fungi dimasukkan ke dalam Regnum Plantae, tetapi sekarang fungi berdiri sebagai regnum tersendiri. Ciri-ciri organisme yang dikelompokkan ke dalam regnum fungi adalah : eukariotik, tidak berklorofil, tumbuh sebagai sel hifa atau sel khamir, memiliki dinding sel yang mengandung zat kitin, bersifat heterotrof, menyerap nutrien melalui dinding selnyadan mengekskresikan enzim-enzimnya ekstraselulerke lingkungan, menghasilkan spora atau konidia, melakukan reproduksi seksual dan / aseksual.
            Di dalam fungi dapat dilihat dan dikenal dengan mudah apabila kita memperhatikan tempat-tempat yang lembab, misalnya pada substrat serasah, atau pada buah-buah yang mulai membusuk, atau pada batang tumbuhan. Umumnya bentuk yang terlihat tersebut adalah bagian dari koloni suatu fungi, yaitu berupa benang-benang putih halus sekali yang membentuk suatu jala, atau berupa bercak-bercak denganwarna indah yang cerah (hijau, jingga, biru, dan sebagainya). Pada tempat tertutup yang kurang terkena sinar matahari fungi juga dapat ditemukan, apabila, tercium bau apek, atau bau alkohol, atau bau harum senyawa ester yang merupakan hasil metabolisme dari fungi.
            Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencerna makanannya. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen.



            Fungi dibagi menjadi beberapa divisio, yaitu :
A.    MYXOMYCOTINA (Jamur lendir)

1.      Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:
- fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium
- fase tubuh buah
2.      Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata.
3.      Habitatnya banyak dijumpai di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, sampah basah, dan kayu lapuk.
Contoh spesies : Physarum polycephalum

B.      OOMYCOTINA

1.      Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti.
2.       Reproduksi:
- Vegetatif : hidup di air dengan zoospora, hidup di darat dengan sporangium dan konidia.
- Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya
 tumbuh menjadi individu baru.
3.      Dinding selnya terdiri dari selulosa
Contoh spesies : Saprolegnia sp., Phytophtora sp., Pythium sp.

C.     ZYGOMYCOTINA

1.      Tubuh multiseluler.
2.      Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.
3.      Hifa tidak bersekat.
4.      Reproduksi:
- Vegetatif: dengan spora.
- Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru
.
5.      Miseliumnya dibedakan menjadi tiga macam :
-          Stolon, miselium yang membentuk jaringan pada permukaan substrat tempat tumbuh jamur.
-          Rizoid, miselium yang menembus substrat dan berfungsi sebagai akar untuk menyerap zat makanan.
-          Sporangiofor, miselium yang tumbuh tegak pada permukaan substrat dan memilii sporangium pada ujungnya.
Contoh spesies :
a.      Rhizopus oryzae
Memiliki rizoid, dapat dimanfaatkan untuk membuat tempe.
b.      Mucor sp.
Saprofit pada kotoran ternak, roti dan sisa makanan, membentk spora bulat di dalam sporangium.
c.       Beauverra bassiana
Hidup parasit pada insekta yang menyerang larva serangga.
d.      Pilobolus sp.
Hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi dan memerlikan cahaya.




D.    ASCOMYCOTINA

1.      Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi seluler.
2.      Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
3.      Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
4.      Reproduksi aseksual dengan membentuk tunas dan spora aseksual (konidia) pada ujung konidiofor. Reproduksi seksual dengan membentuk askus yaitu organ berbentuk seperti botol.
Macam-macam ascomycotina adalah sebagai berikut :
a. Saccaromyce  sp
            Kelompok jamur ini tidak membentuk askoskap, tidak mempunyai hifa, tubuhnya terdiri dari sel bulat atau oval yang dapat bertunas, sehingga berbentuk rantai sel atau hifa semu. Contoh anggota adalah saccaromyces.
Macam saccaromyces, yaitu:
1. Saccaromyces cereviae
2. Saccaromyces tuac
3. Saccaromyces elipsoideus
b. Aspergillus sp
            Hidup sebagai saprofit atau parasit pada makanan, pakaian, alat rumah tangga, dan tubuh manusia, dapat membentuk konidium.
- Aspergillus jenisnya antara lain :
1.     Aspergillus fungigatus, bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pernapasan pada unggas.
2.
     Aspergillus flafus, menghasilkan alpha toksin yang diduga sebagai penyebab penyakit kanker hati.
3.
    Aspergillus niger, mengahasilkan asam sitrat.
4.
     Aspergillus oryzae , untuk merombak zat pati dalam pembuatan minuman beralkohol dan mengempukkan adonan roti.
5.
    Aspergillus nidulans, parasit pada telinga menyebabkan automatikosis.
6.
     Aspergillus soyae, untuk pembuatan kecap.
7. Aspergillus wentii, untuk membuat kecap, sake, tauco, asam sitrat, asam oksalat, dan asam formiat.
c. Penicillium sp
            Saprofit pada tempat yang megandung gula, seperti nasi, roti, dan buah.
-          Penicillium jenisnya antara lain :
1.         Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum, menghasilkan antibiotik penisilin untuk menyembuhkan infeksi.
2.         Penicillium expansum, menyebabkan pembusukan buah apel di tempat penyimpanan.
3.         Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti, menurunkan kadar kasein pada keju dan mengharumkan keju.
4.         Penicillium vermiculatum, berperan dalam industri farmasi.
5.         Penicillium islandicum, perusak beras sehingga beras berwarna kuning, disebut yellow rice.

d. Neuropsora crassa
           
                        Dikenal dengan sebutan jamur oncom, untuk membuat oncom, hidup pada oncom, dan tongkol jagung.

e. Trichoderma reesei

                        Menghasilkan enzim selulosa untuk memproduksi Protein Sel Tunggal.

f. Claviceps purpurea

                        Merusak bakal buah tanaman Gramineae

g. Xylaria tabacina

                        Parasit pada tamanam petai cina








E.     BASIDIOMYCOTINA

1.      Tubuh makroskopis
2.      Hifa bersekat dan membentuk tubuh buah (basidiokarp) berbentuk papan, payung, bola, seperti kuping, dan tidak beraturan.
3.      Reproduksi aseksual dengan membentuk konidiospora dan basidiospora sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi.

Macam-macam basidiomycotina adalah sebagai berikut :
a.Volvariella volvacea (jamur merang)
                        Basidiokarp berbentuk seperti payung, enak dimakan, dibudidayakan dengan jerami, merang, eceng gondok, kapas, daun pisang, dan serabut kelapa.
b. Auricularia polytricha (jamur kuping)
                        Menyerupai daun telinga, enak dimakan, dan bersifat saprofit.
c. Pleurotes astreatus (jamur kayu)
                        Hidup pada substrat yang banyak mengandung lignin dan selulosa, enak dimakan.
d. Clavaria zippelli (supa mayang)
                        Seperti gada bercabang menyerupai batu karang.
e. Polyporus giganteus (jamur papan)
                        Menyerupai kipas, besar, keras, saprofit pada kayu.
f. Amanita phalloides
                        Seperti payung, saprofit pada kotoran ternak, dan menghasilkan racun yang mematikan.
g. Exobasidium vexans
                        Parasit pada daun teh dan menyebabkan cacar teh/blister blight.
h. Puceinia graminis (jamur karat)
                        Mikroskopis, parasit pada rumput, gandum, dan murbei, berwarna merah kecoklatan seperti karat.
i.Ustilago maydis
                        Parasit pada buah jagung
            j. Lentinus edodes
                        Enak dimakan dan sebagai obat pada penderita kanker.
F.     DEUTEROMYCOTINA

1.      Disebut jamur tidak sempurna/fungi imperfekti karena belum dikeahui cara reproduksi generatifnya sedangkan reproduksi vegetatifya dengan konidia.
2.      Hifa bersekat dan bersifat mikroskopis.
3.      Hidup saprofit pada sisa makanan dan sampah, serta parasit yang dapat menyebabkan penyakit.
Macam-macam deuteromycotina antara lain :
            a.Helmintosporium oryzae
                        Parasit, perusak kecambah dan buah, serta menimbulkan noda pada daun.
            b. Sclerothium rolfsii
                        Menyebabkan penyakit busuk pada tanaman budidaya.



            c. Epidermophyton floocosum
                        Menyebabkan penyakit kaki atlet.
            e. Candida albicans
                        Tubuh buah seperti ragi dan menyebabkan infeksi pada vagina.
            f. Culvularia sp.
                        Hidup parasit pada tumbuhan.
G.    GLOMEROMYCOTINA

Fungi yang digolongkan ke dalam glomeromycota dahulu diduga merupakan zygomycota. Namun penelitian molekuler terbaru, termasuk analisis filogenik terhadap data sekuens DNA dari enam gen dari ratusan spesies fungi, mengindikasikan bahwa glomeromycota membentuk sebuah klad terpisah (kelompok monofiletik). Meskipun jumlahnya sedikit, baru 160 yang telah diidentifikasi sejauh ini, glomeromycota adalah kelompok yang penting secara ekologis. Hampir semua glomeromycota membentuk mikoriza arbuskular. Ujung-ujung yang terdorong ke dalam sel-sel akar tumbuhan bercabang-cabang ke dalam struktur mungil serupa pohon yang dikenal sebagai arbuskula.
 fungi golongan Glomeromycetes tidak bereproduksi secara generatif, tetapi hanya secara vegetatif. Mikoriza Glomeromycetes, ujung-ujung hifa yang terdorong ke dalam sel-sel akar tumbuhan bercabang-cabang ke dalam struktur mungil serupa pohon yang dikenal sebagai. Contoh spesiesnya adalah Archaeospora gerdemanii.








H.    CHYTRIDIOMYCOTINA
            Chytridiomycetes atau kelompok kapang ini adalah satu-satunya kelompok yang memiliki spora flagella (bulu cambuk). Sel berflagela pada minimal satu siklus hidupnya, memiliki satu atau lebih flagela. Dinding sel mengandung kitin dan 1,3-1,6 glukan, glikogen sebagai bentuk cadangan karbohidrat. Reproduksi seksual sering menghasilkan satu zigot yang sporangium, saprofit atau parasit. Umumnya, ditemukan di kolam dan danau. Sebagian dari mereka hidup sebagai parasit. Sebagian lagi adalah sebagai pengurai (dekomposer). Contohnya Synchytrium endobioticum, yaitu kapang yang bersifat parasit pada tanaman kentang.
            Bentuk simbiosis jamur ada dua macam, yaitu :
1.      Lichenes/limut kerak
          Merupakan bentuk simbiosis antara jamur dari Ascomycotina dan Basidiomycotina dengan alga hijau atau alga biru-hijau. Hidup epifit pada pohon, genting, batu, atau cadas. Hanya bereproduksi secara vegetatif dengan membentuk fragmen kecil yaitu soredia. Merupakan organisme perintis, tetapi tidak dapat hidup dengan baik pada lingkungan yang terkontaminasi sehingga digunakan sebagai indikator boilogis.
Macam-macam lumut kerak antara lain :
a.       Parmelia acetabularis, menempelmpada pohon, seperti kulit, dan berwarna abu-abu.
b.      Usnea dasypoga, seperti tumbuhan tingkat tinggi, menghasilkan asam usnin, sebagai bahan obat tradisional.
c.       Graphis, menempel pada pohon, berbentuk coret-coret.
d.      Cladonia rengiferina, makanan utama rusa kutub.
e.       Certraria islandica, sebagai bahan ramuan obat.
f.       Roccelia tinctoria, sebagai bahan pembuat lakmus.




2.      Mikoriza
   Berbentuk simbiosis antara jamur dengan akat tumbuhan tingkat tinggi. Mokoriza dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
a.       Endomikoriza
Hifa jamur dapat menembus akar sampai ke bagian korteks. Pada tanaman polongan berperan untuk merangsang pertumbuhan bintil akar dan mempercepat fiksasi nitrogen.
b.      Ektomikoriza
Hifa jamur hanya sampai pada bagian epidermis akar tumbuhan. Tumbuhan lebih tahan terhadap kekeringan dan terlindung dari jamur lain yang membahayakan.

































DATA HASIL PERCOBAAN

A.    JAMUR MIKROSKOPIS

NO
Gambar
Gambar pembanding
Klasifikasi
1.
Jamur tempe
Domain    : Eukariot
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Class         : Zygomycetes
Ordo        : Mucorales
Familia     : Mucoraceae
Genus       : Rhizopus
Spesies     : Rhizopus sp

2.
Jamur tape
Domain    : Eukariot
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Ascomycota
Ordo         : Saccharomycetales
Familia     : Saccharomyceteae
Genus      : Saccharomyces
Spesies    : Saccharomyces sp

3.
Jamur pisang
Domain    : Eukariot
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Ascomycota
Ordo         : Saccharomycetales
Familia     : Saccharomyceteae
Genus      : Saccharomyces
Spesies    : Saccharomyces sp

4.
Jamur kentang
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Class         : Phycomycetes
Ordo         : Zygomycetales
Familia     : Mucoraceae
Genus      : Rhizopus
Spesies    : Rhizopus  sp

5.
Jamur nasi
Domain    : Eukariot
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Ascomycota
Class         : Eurotiomycetes
Ordo         : Eurotiales
Familia     : Tricochomaceae
Genus      : Aspergillus
Spesies    : Aspergillus oryzae

6.
Jamur jagung
Domain    : Eukariot
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Class         : Zygomycetes
Ordo         : Mucorales
Familia     : Mucoraceae
Genus      : Mucor
Spesies    : Mucor sp

7.
Jamur roti





Domain    : Eukariot
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Class         : Zygomycetes
Ordo         : Mucorales
Familia     : Mucoraceae
Genus      : Mucor
Spesies    : Mucor sp



Domain    : Eukariot
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Ascomycota
Ordo         : Saccharomycetales
Familia     : Saccharomyceteae
Genus      : Saccharomyces
Spesies    : Saccharomyces sp

8.

Jamur kulit jeruk

Domain    : Eukariot
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Ascomycota
Class         : Eurotiomycetes
Ordo         : Eurotiales
Familia     : Penicilliumyceae
Genus      : Penicillium
Spesies    : Penicillium sp


Penicillium sp
1. Ciri-ciri
            a. Banyak terdapat pada bahan-bahan organik
b. Sebagai saprofit
            c. Reproduksi seksual dengan melibatkan produksi ascopores
d. Digunakan untuk antibiotik
e. Konidium berwarna kehijauan dan dapat hidup di makanan, roti, buah-buahan busuk, kain dan kulit.

2.Manfaat
      Penicilium notatum dan Penicillium chrysogenum adalah  jenis jamur yang menghasilkan penisilin, yaitu zat antibiotik. Alexander Fleming adalah orang yang menemukan zat antibiotik tersebut. Penicillium camemberti dan penicillium roqueforti banyak digunakan untuk meningkatkan kulitas keju. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum, menghasilkan antibiotik penisilin untuk menyembuhkan infeksi. Penicillium expansum, menyebabkan pembusukan buah apel di tempat penyimpanan. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti, menurunkan kadar kasein pada keju dan mengharumkan keju. Penicillium vermiculatum, berperan dalam industri farmasi.

            Mucor sp
            1.Ciri-ciri
                        a. Sporanya berupa sel-sel bulat berdinding dan mempunyai banyak inti
               b. Hidup sebagai saprofit pada sisa tumbuhan dan hewan namun ada pula yang sebagai parasit
                        c. Perkembangbiakan dengan aseksual dengan menghasilkan aplanospora
                        d. Miselium terdapat pada substratnya dengan sporangium pada ujungnya
            2.Manfaat
                   Saprofit pada roti dan sisa makanan, membentk spora bulat di dalam sporangium. jamur ini mampu hidup pada kotoran hewan dan memiliki kemampuan untk menguraikan sisa-sia organism sehingga membantu dalam proses mineralisasi.
            Aspergillus sp
            1.Ciri-ciri
                                    a. Spesies ini kasmopolit didaerah tropis dan subtropis dan mudah diisolasi ditanah, beras, gandum dan jagung
                        b. Memiliki bulu dasar berwarna putih atau kuning dengan lapisan konidiospora tebal berwarna coklat gelap sampai hitam
            2. Manfaat
                        Jenis Aspergillus niger, mengahasilkan asam sitrat.  Aspergillus oryzae , untuk merombak zat pati dalam pembuatan minuman beralkohol dan mengempukkan adonan roti. Aspergillus nidulans, parasit pada telinga menyebabkan automatikosis. Aspergillus soyae, untuk pembuatan kecap. Aspergillus wentii, untuk membuat kecap, sake, tauco, asam sitrat, asam oksalat, dan asam formiat.
            Rhizopus sp
            1.Ciri-ciri
                        a. Sifatnya berkoloni dengan warna putih berangsur-angsur menjadi bau-abu
                                    b. Stolon halus atau sedikit kasar berwarna transparan hingga kuning kecoklatan

                        c. Sporangiofor tumbuh dari stolon dan mengarah ke udara baik tunggal maupun dalam kelompok (hingga 5 sporangiofor)
                        d. Rhizoid tumbu berlawanan dan terletak pada posisi sama dengan sporangiora, sporangia globus / subglobus dengan dinding berspinulosa (duri-duri pendek)
            2. Manfaat
                                    Rhizopus oryzae. Jamur ini tumbuh dan mengaitkan butir-butir bungkil atau kedelai menjadi tempe. Rizopus dapat mengubah amilum dalam kedelai menjadi gula dan dapat memecah protein dan lemak yang ada di dalam sel-sel kedelai dan  kacang, sehingga tempe itu mudah di cerna oleh pencernaan kita. Rhizopus nigricans, merupakan jenis jamur yang dapat dipergunakan untuk prodksi asam fumarat. Sedang Rhizopus nodusus dapat diperguanakn untuk produksi asam laktat. Rhizopus stolonifer, pengurai bagian sisa organik pada tanaman ubi jalar dan dimanfaatkan pada proses pembuatan tempe.
Saccharomyces sp
            1.Ciri-ciri
a. Hifa bersekat
b. Berinti banyak
c. Spora tidak berflagel
                        d. Bersifat parasit pada tumbuhan dan saprofit pada sampah
            e. Memiliki spora yang terdapat pada kantung-kantung penyimpanan yang disebut askus (konidia).
            f. Bersifat uniselluler
2.Manfaat
          saccharomyces. Sering disebut khamir atau yeast. Jenisnya banyak, antara lain saccharomyces cerevisiae dan saccharomyces ovale. Keduanya dimanfatkan untuk membuat tape, alkohol atau roti. Sedang saccharomyces sake digunakan untuk membuat sake (minuman khas jepang) .
Dalam keadaan anaerob, bila subtracnya mengandung senyawa karbohidrat, saccharomyces akan menghasilkan fermen, yang dapat mengubah gula menjadi alkohol +CO2 dengan membebaskan senyawa energi.


B.     JAMUR MAKROSKOPIS

NO
Gambar
Klasifikasi
Ciri-ciri
1.
Jamur kayu
Domain    : Eukarya
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Basidiomycotina
Class         : Basisiomycetes
Ordo         : Hymenomycetales
Familia     : Polydoreceae
Genus       : Ganoderma
Spesies     : Ganoderma applanatum

-Hidup dikayu yang kering
- Tubuh buah jamur ini dapat berumur beberapa tahun dengan tiap-tiap kali membentuk lapisan-lapisan hemenofora baru
- Jamur ini memiliki diameter -+ 10 cm dan tebal -+ 3 cm
2.
Jamur tiram
Domain    : Eukarya
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Basidiomycotina
Class         : Basidiomycetes
Ordo         : Argaricales
Familia     : Tricholomataceae
Genus       : Pleuratus
Spesies     : Pleuratus Astreatus

-Jamur tiram berhabitat ditempat kering misalnya dipermukaan kayu
- Merupakan jamur pangan dengan tudung berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung berwarna putih hingga krem
- Tubuh buah memiliki batang yang berada dipinggir atau pleurotus dan bentuknya seperti tiram (ostreatus)
- Di alam bebas jamur tiram bisa dijumpai sepanjang tahun di hutan pegunungan yang sejuk dengan tubuh buah terlihat saling menumpuk dipermukaan batang pohon yang sudah ditebang (saprofit)
-Reproduksi seksual dengan membentuk spora baridium sedangkan reproduksi aseksual dengan membentuk kanidium.


3.
Jamur kuping
Domain    : Eukarya
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Basidiomycotina
Class         : Heterobasidiomycetes
Ordo         : Auriculariales
Familia     : Auriculariaceae
Genus       : Auricularia
Spesies     : Auricularia polytricha

-Tubuh buah berwarna coklat tua kemerahan dan menyerupai daun telinga manusia
- Tubuh buah bertekstur kenyal
- Sisi atas berlapis dan mempunyai rambut-rambut pendek yang disusun amat rapat
- Biasa dijumpai dibatang pohon yang basah dan lembab
- Tubuh buah bisa dimakan dan biasanya dalam sayur (kimra)
- Bersifat heterotrof
- Reproduksi vegetatif dengan membentuk tunas dengan konidia dan fragmentasi miselium sedangkan reproduksi generatifnya dengan menggunakan alat yang diebut basidium
- Manfaat kesehatan untuk menurunkan panas dalam dan rasa sakit pada kulit akibat luka bakar.

4.
Jamur paku
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Amastigomycota
Sub Divisio      : Basidiomycotina
Class         : Homobasidiomycetes
Ordo         : Argaricales
Familia     : Marasmiaceae
Genus       : Lentinula
Spesies     : Lentinula edodes

- Batang dari tubuh buah sering melengkung
- Payung terbuka lebar.
- Payung terbuka lebar, berwarna coklat tua dengan bulu-bulu halus di bagian atas permukaan payung.
- sedangkan bagian bawah payung berwarna putih.
- Reproduksi vegetatif, dengan pembentukn tunas oleh konidium dan fragmentasi miselium. Generatif, dengan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp yang selanjutnya menghasilkan spora.

5.
Jamur merang
Domain    : Eukarya
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Basidiomycotina
Class         : Homobasidiomycetes
Ordo         : Argaricales
Familia     : Pluteaceae
Genus       : Volvariella
Spesies     : Volvariella volvacea

-Berbentuk sperti payung yang membuka
- Mempunyai garis tengah yang dapat mencapai 1m
- Bisa digunakan sebagai bahan makanan dijumpai
- Memiliki hifa dengan sel dikariotik
- Biasa dijumpai dikayu-kayu lapuk
- Bersimbiosis dengan akar-akar tumbuhan
- Menghasilkan basidium tidak bersekat


            1.Manfaat Jamur Tiram
          Berguna sebagai pencegah hipertensi, mencegah kanker dan mengandung lovastatin (penurun kolesterol). Para ahli di luar negeri telah berhasil mengekstrak Jamur Tiram Putih untuk mengambil senyawa aktif lovastatin. Sedangkan Jamur Tiram Putih mempunyai berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai anti bakterial dan anti tumor dan juga dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Tidak hanya itu, jamur tiram juga dapat berguna untuk membunuh nematoda. Jamur tiram ini mempunyai manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengobati kolesterol dan jantung lemah dan juga beberapa penyakit lainnya.
Jamur tiram putih ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, dan anemia. Bukan hanya itu saja, jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan anti kanker serta dapat menurunkan kadar kolesterol.
Selain itu, jamur tiram juga dipercayai dapat membantu menurunkan berat badan, sebab jamur ini mengandung serat tinggi dan membantu pencernaan. Jamur tiram ini juga memiliki senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai anti tumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai anti oksidan. Kandungan polisakarida, khususnya Beta-D-glucans pada jamur tiram memiliki efek positif sebagai anti tumor, anti kanker, anti virus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, anti jamur, ant ibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. USDA (United States Drugs and Administration) melakukan sebuah penelitian terhadap tikus, menunjukkan bahwa dengan me menu jamur tiram dalam 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam darah hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberikan makan yang mengandung jamur tir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Bahkan di Jepang saat ini sedang diadakan penelitian potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor.
            2.Manfaat Jamur Kayu
                        Dipercaya dapat meningkatkan proses metabolisme, badan terasa lemah (Neurasthenia), pusing, rasa lemah akibat sakit lama, sukar tidur (insomnia), bronkhitis kronis, asthma, silicosis, hepatitis, tekanan darah tinggi, sakit jantung koroner (Coronary heart disease), kolesterol tinggi (hipercholesterolemia), sakit lambung (gastritis), tidak napsu makan (anoreksia), rematik sendi (Rheumatic arthritis).
dan menunda penuaan dini. Dari hasil riset peneliti Jepang, terbukti bahwa ganoderma mengandung 800 – 2000 ppm germanium organik, dimana
4 – 6 kali lebih kuat dari ginseng, selain itu Ganoderma Lucidum juga mengandung polisakarida yang bisa memperkuat system imun. Orang-orang Jepang dan Cina telah membuktikan hal ini, mereka telah mengkonsumsi Jamur ribuan tahun yang lampau.
                 3.Manfaat Jamur Kuping
                                         sebagai anti kolesterol dan menetralkan senyawa toksik. Orang-orang Inggris percaya bahwa Jamur Kuping dapat menyembuhkan sakit tenggorokan .
Khusus untuk jamur kuping, di samping banyak sekali kegunaannya di dalam susunan menu makanan sehari-hari yakni sebagai pengganti daging, sebagai sayuran, dan sebagai “bahan pengental” (karena mempunyai lendir), juga mempunyai fungsi lain sebagai bahan penetral.
Di dalam menu orang Tionghoa sejak dulu kala hingga saat ini, masih ada kepercayaan bahwa lendir pada jamur kuping dapat berkhasiat untuk menetralkan senyawa berbahaya yang terdapat dalam makanan. Karena itu, tidak heran pada jenis makanan yang terdiri dari banyak bahan pangan, selalu ditambahkan jamur kuping. Tujuannya, menetralkan racun jika ada dalam salah satu bahan tadi.



                 4.Manfaat Jamur Merang
                                    Berguna sebagai pencegah anemia/ kurang darah, kanker dan darah tinggi. Jamur merang juga merupakan sumber dari beberapa macam enzim terutama tripsin yang berperan penting untuk membantu proses pencernaan. Jamur merang dapat juga dijadikan sebagai makanan pelindung karena kandungan vitamin B-kompleks yang lengkap termasuk riboflavin serta memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap. Makanan kaya akan serat, protein, vitamin, serta bebas kolesterol. Jamur merang juga merupakan sumber dari enzim yang cukup baik. Salah satu enzim yang terdapat dalam jamur ini adalah tripsin yang bermanfaat dalam proses pencernaan.  Mengandung garam mineral yang lebih tinggi dibanding daging sapi dan domba. Serta Penawar racun dalam tubuh (Eritadenin)
            5.Manfaat Jamur Paku
                                    Jamur shiitake atau jamur paku segar atau dalam bentuk kering sering digunakan dalam berbagai masakan di banyak negara. Shiitake segar biasanya dimakan sebelum payung bagian bawah berubah warna. Batang shiitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan. Berguna sebagai penghambat pertumbuhan tumor dan kanker sampai 72-92% Shiitake juga dikenal sebagai bahan pangan yang mempunyai potensi sebagai obat. Jamur ini dilaporkan mempunyai potensi sebagai antitumor dan antivirus karena mengandung senyawa polisakarida yang dikenal dengan sebutan lentinan. Shiitake juga dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan aktivitas eritadenin yang dimilikinya.
Kandungan asam glutamat pada shitake cukup tinggi. Asam amino tersebut berhubungan dengan cita rasa yang ditimbulkan sebagai penyedap makanan. Selain mempunyai kandungan asam glutamat yang tinggi, shiitake juga mengandung 5 ribu nukleotida dalam jumlah besar156,5 mg/100 gram.

FUNGI MEMAINKAN BERBAGAI PERANAN PENTING DALAM DAUR ULANG NITRIEN, INTERAKSI EKOLOGIS, DAN KESEJAHTERAAN MANUSIA
            Dalam pengamatan tentang klasifikasi fungi, kita menyinggung beberapa cara fungi mempengaruhi organisme yang lain, termasuk diri kita sendiri.
A.    Fungi sebagai Dekomposer
Fungi teradaptasi dengan baik sebagai dekomposer material organik, termasuk selulosa dan lignin dari dinding sel tumbuhan. Kenyataanya, hampir semua substrat yang mengandung karbon bahkan bahan bakar jet dan cat rumah dapat dikonsumsi oleh setidaknya beberapa jenis fungi. Para peneliti mengembangkan beberapa cara untuk memenfaatkan berbagai jenis fungi dalam proyek bioremidiasi. Selain itu, fungi dan bakteri terutama bertanggung jawab untuk menjaga ekosistem agar tetap memiliki persediaan nutrien anorganik yang esensial bagi pertumbuhan tumbuhan. Tanpa dekomposer-dekomposer ini, karbon, nitrogen dan unsur-unsur lainakan tetap terikat dalam material organik.
B.     Fungi sebagai Mutualis
1.Mutualisme fungi-tumbuhan
            Semua jenis tumbuhan yang telah dipelajari sejauh ini tampaknya mengandung endofit simbiotik, fungi yang hidup di dalam daun atau bagian tumbuhan yang lain tanpa menyebabkan suatu kerugian. Kebanyakan endofit yang telah teridentifikasi sejauh ini adalah askomisetes. Para saintis telah menunjukkan bahwa endofit menguntungkan rumput-rumputan tertentu dan tumbuhan tidak berkayu yang lain dengan membuat toksin yang mengusir herbivora atau meningkatkan toleransi tumbuhan inang terhadap panas, kekeringan, atau logam berat.
            2.Simbiosis fungi-hewan
                        Beberapa fungi berjasa dalam membantu pencernaan hewan, dengan menguraikan material tumbuhan di dalam saluran percernaan sapi dan mamalia pemamah biak lainnya. Banyak spesies semut mengambil keuntungan dari daya digestif fungi dengan membiakkannya di dalam pertanian. Semut pemotong daun, misalnya, menelusuri hutan tropis untuk mencari dedaunan, yang tidak dapat dicerna sendiri namun dedaunan itu dibawa pulang ke sarangnya dan diberikan pada fungi sebagai pakannya. Ketika fungi tumbuh, hifanya mengembangkan ujung-ujung menggembung yang terspesialisasi yang kaya akan protein dan karbohidrat. Semut memakan ujung-ujung hifa yang kaya nutrien ini. Akibatnya, fungi menguraikan daun tumbuhan menjadi zat-zat yang dapt dicerna oleh serangga, dan mereka juga mendetoksifikasi senyawa-senyawa pertahanan tumbuhan yang dapat membunuh atau membahayakan semut. Fungi telag bergantung pada semut yang mengurusinya hingga dlam banyak kasus mereka tidak akan dapat sintas kembali tanpa semut, dan sebaliknya.
3.Liken
                        Liken adalah asosiasi simbiotik antara mikroorganisme fotosintetik dan fungi dengan jutaan sel fotosintetik yang disatukan oleh massa hifa fungi. Liken tumbuh pada permukaan batu, batang kayu yang membusuk, pepohonan dan atap dalam berbagai bentuk. Mitra fotosintetiknya adalah alga hijau atau sianobakteri uniseluler atau berfilamen. Komponen fungi yang paling umum adalah askomisetes, namun satu liken glomeromisetes dan beberapa liken basidiomisetes juga telah diketahui. Fungi biasanya memberikan liken keseluruhan bentuk dan strukturnya, dan jaringan-jaringan yang dibentuk oleh hifa bertanggung jawab untuk sebagian besar massa liken.
                        Fungi pada beberapa liken bereproduksi secara seksual dengan membentuk askokarpus atau basidiokarpus. Alga liken bereproduksi secara independen melalui fungi dari pembelahan aseksual.

C.     Fungi sebagai patogen
Sekitar 30% dari 100.000 spesies fungi yang telah diketahui hidup sebagai parasit atau patogen, terutama pada tumbuhan. Beberapa fungi yang menyerang tanaman pangan juga bersifat toksik bagi manusia. Misalnya, beberapa spesies tertentu dari kapang askomisetes, Aspergillus, mengontaminasi padi-padian dan kacang-kacangan yang tidak disimpan dengan baik. Aspergillus mengekresikan senyawa karsinogenik yang disebut aflatoksin.
Hewan tidak terlalu rentan terhadap fungi parasitik dibandingkan dengan tumbuhan. Hanya sekitar 50 spesies fungi diketahui menjadi parasit pada manusia dan hewan lain, namun spesies yang relatif sedikit ini menyebabkan banyak kerusakan. Istilah umum bagi infeksi fungi emacam itu adalah mikosis.
Beberapa mikosis bersifat oportunistik, terjadi jika hanya perubahan di dalam tubuh mikroorganisme, lingkungan kimia atau sistem imun yang memungkinkan fungi dapat tumbuh. Candida albicans misalnya, adalah salah satu penghuni dar epitelium yang lembap, misalnya lapisan vagina. Pada kondisi tertentu, candida dapat tumbuh terlalu cepat dan menjadi patogenik, menyebabkan penyakit yang disebut infeksi khamir.
















KESIMPULAN
            Jamur atau fungi termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun) sehingga bersifat heterotrof. Berikut adalah ciri-ciri dari jamur (fungi):
  1. Bersel banyak (multiseluler), tetapi ada sebagian kecil yang bersel tunggal.
  2. Inti sudah memiliki membran inti (eukariotik).
  3. Tidak memiliki klorofil dan bersifat heterotrof baik secara parasit maupun saprofit.
  4. Dinding sel tersusun atas zat kitin, glukan dan manan.
  5. Tubuh tersusun atas benang-benang halus yang disebut hifa.
  6. Percabangan hifa membentuk jaringan miselium yang berfungsi untuk menyimpan makanan.
  7. Hidup di tempat yang kaya akan zat organik, lembap, dan kurang cahaya.
Manfaat lain jamur bagi kesehatan tubuh adalah sebagai berikut:

1. Menurunkan kolesterol darah.
2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Mengatasi gangguan pencernaan dan hati.
4. Kaya vitamin dan mineral serta protein.
5. Melancarkan peredaran darah.
6. Menghambat virus HIV-AIDS
Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, ada yang merugikan dan ada yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan antara lain, sebagai berikut.
a. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.
b. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
c. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.
d. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
e. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.
Sementara itu, jamur yang merugikan, antara lain, sebagai berikut.
a. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paruparu manusia.
b. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
c. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.
Fungi atau biasa kita sebut jamur adalah organisme heterotrof. Artinya seluruh kebutuhan makanannya di peroleh dari orgaisme lain. Baik langsung dari organisme lain (parasit) maupun dari sisa makanan organisme lain (saprofit). Walupun demikian, tidak semua jamur merugikan organisme lain. Bagi manusia jamur memiliki peranan  yang penting. Selain merugikan disatu sisi,  jamur dapat pula menguntungkan bagi manusia. Jenis- jenis jamur banyak dimanfatkan manusia dalam berbagai bidang.





















DAFTAR PUSTAKA
Roosheroe, Indrawati Gandjar dan Wellyzar Sjamsuri Dzal. 2006. MIKOLOGI. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta
Campbell, Neil A. 2008. CAMPBELL (BIOLOGI). Erlangga. Jakarta
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. TAKSONOMI TUMBUHAN. UGM Press. Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar